Jumat, 05 April 2013

PERDAGANGAN BEBAS ASIA PASIFIK



Pendahuluan
Ekonomi adalah hal penting dalam kehidupan bangsa ,untuk memajukan  pertumbuhan ekonomi suatu negara kita harus membuka jalan untuk perdagangan bebas di wilayah asia pasifik kusus nya
isi
Ekonom senior sekaligus analis Support for Economic Development in Indonesia (SEADI) USAID, Anwar Nasution, mengatakan untuk mengambil peluang tersebut merupakan sebuah langkah tepat jika Indonesia bergabung dalam Trans-Pacific Partnership (TPP) yang dimotori Amerika Serikat (AS).

"TPP akan membuka akses pasar, utamanya pasar Amerika Serikat yang merupakan pasar terbesar dunia. Ini akan bagus bagi perekonomian Indonesia," ujar Anwar dalam diskusi dengan sejumlah media di Jakarta, Selasa (29/1).

Ia menuturkan, tahun ini Indonesia memiliki posisi penting di Asia-Pacific Economic Cooperatiaon (ASEAN) dan sedang memimpin upaya ASEAN untuk menegosiasikan kemitraan ekonomi yang komprehensif di kawasan ASEAN.

Selain itu, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah pelaksanaan konferensi tingkat menteri World Trade Organization (WTO). Dengan semua itu, Anwar menilai, peluang Indonesia masuk dan berperan dalam TPP sangat besar.

"Masuknya Indonesia dalam TPP dapat mengundang penanaman modal asing guna menciptakan lapangan pekerjaan. Sehingga masyarakat Indonesia tidak perlu lagi mencari pekerjaan di luar negeri," ujarnya.

Masuknya Indonesia ke TPP dapat memperbaiki sektor keuangan yang masih bergantung pada perbankan dikarenakan lembaga keuangan nonbank masih sangat terbelakang hingga dapat dikuasai asing.

Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) ini mengatakan TPP memiliki tujuan jelas dan target yang bisa dicapai. Dirinya mencontohkan organisasi tersebut bisa mendorong reformasi internal untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing Indonesia.

Tidak hanya itu, TPP dipandang juga bisa mempererat hubungan politik negara yang bernaung di bawahnya. "Kemitraan ini juga tak hanya tentang perdagangan, tetapi juga masalah lain di bawah perdagangan misalnya mengenai aturan, tenaga kerja juga perusahaan negara," jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan menyatakan Indonesia sedang mempertimbangkan kemungkinan bergabung dalam forum yang menyajikan model perjanjian perdagangan bebas di tingkat regional Asia Pasifik tersebut.

Blok perdagangan bebas tersebut terdiri atas sembilan negara, yakni Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Australia, Chili, Peru, dan Vietnam. Kanada dan Meksiko telah diundang untuk bergabung pada akhir 2012, sedangkan Jepang dan Korea Selatan berencana masuk pada
2013.

TPP memiliki produk domestik bruto senilai US$17 triliun dengan dominasi Amerika Serikat menyumbang lebih dari 85% PDB agregat. (Andreas Timothy/OL-9)
Penutup
Semoga perekonomian indonesia semakin maju dan bisa membantu masyarakat yang tidak mampu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar