Kamis, 12 April 2012

Seorang pemimpin yang berhasil maupun gagal berdasarkan pendekatan perilaku dan ciri khas



kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia (Moejiono, 2002). Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan.

Pengertian Kepemimpinan 

Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus
Keberhasilan Seorang Pemimpin Dalam Suatu Organisasi
  
 (Vibizmanagement – Leadership) -  Didalam setiap organisasi pastilah  seorang pemimpin  ingin organisasi yang dipimpinnya berhasil, dan berkembang. Kunci keberhasilan seorang pemimpin bukanlah ketrampilan manajemen dasar, tetapi leadership skill itu sendiri.  Karena begitu banyak konsep yang keliru tentang orang – orang yang berhasil dimana bahwa mereka dapat mencapai apa yang mereka capai karena mereka tidak mempunyai masalah. Tetapi itu tidak benar sama sekali. 



Dalam bukunya Holy sweat, Tim Hansel menceritakan kisah ini : 

“ Pada tahun 192, Victor dan Mildred Goertzel menerbitkan suatu penelitian yang menyingkapkan rahasia dari 413 orang yang terkenal yang istimewa. Penelitian itu disebut “ Cradles of Eminence” Kedua peneliti ini menghabiskan waktu bertahun-tahun dengan berusaha memahami sumber dari kebebasan  orang-orang  ini, suatu cirri umum yang ada sepanjang kehidupan orang-orang yang luar biasa ini. Bahwa fakta yang paling luar biasa adalah hampir semua dari mereka, 392 orang harus mengatasi rintangan –rintangan yang sukar unutk menjadi siapa mereka hari ini. Masalah mereka menjadi kesemptan bukannya rintangan.



Beberapa hal yang harus diperhatikan didalam Memimpin sebuah organisasi :


Dibangun Dalam Kepercayaan/keyakinan

Tugas dasar seorang pemimpin adalah untuk memahami dan menangani situasi para karyawannya. Jadi, dengan memotivasi dan mendorong mereka untuk bekerja lebih keras, pemimpin berhasil menciptakan kepercayaan pada mereka untuk mencapai pekerjaan organisasi secara efektif dan efisien. Sering kali, kita melihat pemimpin hanya menyediakan dukungan psikologis kepada para karyawannya melalui perilaku mereka dan ekspresi dan gagal untuk mengenali kualitas dan kemampuan masing-masing bawahannya. Namun, pemimpin yang efektif diperlukan untuk mengidentifikasi kemampuan karyawan serta mendukung mereka dengan semua cara yang memungkinkan.

Produktivitas

Inti dari suatu organisasi adalah dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan non-manusia yang tersedia untuk menghasilkan kinerja yang efisien dan efektif. Ini hanya dapat dicapai dengan mengalikan kemampuan dengan kemauan. Dalam hal ini peran seorang pemimpin adalah meningkatkan produktivitas karyawan dengan menaikkan kemauan untuk bekerja keras dan berkontribusi secara efisiensi.

Kepuasan Kerja

Menyediakan insentif dan kondisi kerja yang lebih baik meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Namun, ini kepuasan kerja sangat tergantung pada perilaku pemimpin terhadap karyawan mereka. Seorang pemimpin yang bossy mungkin bisa mendapatkan hasil pekerjaan seperti yang diinginkan atas diri para karyawannya awal, tapi dengan berjalannya waktu, akan gagal untuk mendapatkan hasil yang diharapkan serta akan menghasilkan produktivitas rendah. Di sisi lain, seorang pemimpin dengan kepedulian serta pemahaman terhadap keadaan bawahannya mungkin akan menghadapi beberapa hambatan pada awalnya, tetapi dalam jangka panjang, dia akan jauh lebih sukses. Jadi, pemimpin harus memastikan bahwa mereka mengungkapkan perilaku yang dapat diterima oleh bawahan.

Kerja kelompok

Seorang pemimpin memastikan bahwa karyawan melaksanakan pekerjaan masing-masing dengan baik dan saling percaya untuk kemajuan organisasi. Dia mendorong mereka untuk bekerja dengan cara yang ramah dan dengan kerjasama satu sama lain, menekankan pada pencapaian tujuan perusahaan/organisasi. Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang yang berhasil menempatkan kepentingan kelompok pada urutan pertama pertama kemudian baru prestasi pribadi. Setelah semua ini dilakukan secara efektif, tidak hanya keuntungan organisasi, tetapi karyawan mendapatkan keuntungan juga. 

Kegiatan yang Terorganisir

Sering kali, lingkungan organisasi diisi dengan kekacauan dan bentrokan terutama karena tidak adanya seorang manajer atau pemimpin. Jadi, seorang pemimpin memastikan bahwa kegiatan organisasi didelegasikan secara merata dan adil antara karyawan, sehingga mengurangi kemungkinan konflik di antara mereka. 

Semangat Karyawan

Kepemimpinan yang efektif sangat penting untuk mendapatkan semangat kerja karyawan yang tinggi. Seorang pemimpin yang baik memberikan hak untuk masing-masing kelompok di bawahnya dalam hal pemikiran dan sikap, sehingga mengembangkan hubungan manusia yang lebih baik. Selanjutnya, interaksi yang sangat baik yang difasilitasi antara anggota-anggota kelompok dengan menjaga disiplin dan kontrol pada bawahan.

Koordinasi

Seorang pemimpin melakukan peran mengintegrasikan tujuan individu dengan tujuan organisasi. Hal ini, pada gilirannya, mengikat kesamaan dari kedua kepentingan. Dengan menjaga informasi tentang kerja setiap karyawan, pemimpin menyimpan informasi yang diperlukan dari seluruh kelompok, untuk mengambil sebuah keputusan umum dalam rangka mengkoordinasi upaya secara keseluruhan.

Oleh sebab itu, seorang pemimpin yang sukses haruslah seorang yang kuat jasmani dan rohani. Karena hari-hari yang dilalui tidaklah mudah, akan banyak rintangan , masalah dan kritikan orang lain tapi satu hal yang harus kita sadari janganlah izinkan kritik orang lain mematahkan semangat anda untuk maju sebagai orang pemimpin.Jadi seorang pemimpin yang berhasil bukan hanya mereka yang dapat mengatasi rintangan, tetapi mereka yang terus menghadapi maslaah. Kabar buruknya adalah bahwa semakin tinggi seseorang naik secara pribadi dan professional semakin rumit masalah yang dihadapinya. Kabar baiknya adalah bahwa jika kita terus bertumbuh dan mengembangkan diri sendiri, maka kemampuan  kita untuk menghadapi setiap masalah –masalah yang ada pun meningkat.

Sukses itu adalah pilihan dan ada ditangan Anda, jadi apapun yang terjadi didalam kehidupan kita sebagai pemimpin janganlah mudah menyerah, tapi maju terus dan terus kembangkan potensi yang ada dalam diri Anda.



 

 

 

 


Menjadi pemimpin yang hebat dengan cara yang baik
Setiap pemimpin hebat pasti karena ia telah menjadi yang terbaik dalam proses dan kepribadiannya. Proses ini selalu disesuaikan dengan perkembangan zaman yang selalu berubah, baik dalam pola pikir maupun sistem yang berlaku. Karenanya, untuk menebus kesuksesan dalam sebuah kepemimpinan, kita harus belajar tentang kecenderungan baru, strategi baru, dan pemahaman baru.

Jika ada seorang pemimpin yang bersikeras untuk menggunakan cara-cara yang lama untuk menyelesaikan permasalahan baru dalam organisasi atau perusahaan, tidak mau bersikap adaptif dan fleksibel, tentunya akan tergilas dan mengarahkan badan yang dipimpinnya ke arah penurunan produktivitas. Pengubahan pola-pola kepemimpinan sangat erat kaitannya dengan penyesuaian pasar dalam sebuah penciptaan gagasan, ide, kebijakan, dan produk yang dibuat.

Selain itu, kepribadian pemimpin juga memiliki peran yang sangat penting. Akhlak atau yang lebih dikenal sebagai perilaku dalam kepemimpinan merupakan penentu bagi seorang pemimpin, apakah dirinya bisa memimpin organisasi dengan baik atau tidak? Untuk menciptakan produktivitas optimal, seorang pemimpin terlebih dahulu harus bersedia menunjukkan akhlak atau perilaku yang mendukung produktivitas, untuk meniscayakan produktivitas optimal itu bisa terjadi.



Ciri Pemimpin yang Baik :
Ada beberapa ciri pemimpin yang baik, yang akan berhasil dalam kepemimpinannya.
Senantiasa bersikap adil dan menjunjung tinggi kebenaran. Begitu pentingnya masalah ini sampai-sampai Rasulullah menyatakan sejamnya keadilan pemimpin jauh lebih baik dibandingkan dengan seribu rakaat shalat sunnah (al-hadits). Pemimpin yang adil, disamping ilmunya para ulama, kepemurahannya kaum kaya, dan doanya kaum dhuafa akan menjadi pilar utama.
Senantiasa menjadi pengayom dan pembela masyarakat, sehingga masyarakat merasa aman dan terlindungi. Kehidupan menjadi tenteram dan bahagia. Kebijakan yang dikeluarkan pun tidak akan menjadi kebijakan yang merugikan rakyat. Ketika terjadi konflik antara kepentingan rakyat kecil, maka ia akan lebih memilih untuk membela kepentingan rakyat kecil.
Berpihak dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu adalah contoh pemimpin yang selalu berpatroli setiap malam, memastikan bahwa rakyatnya tidak ada yang kelaparan. Demikian pula dengan khalifah Umar bin Abdul Azis, yang mampu mengentaskan kemiskinan melalui instrumen zakat, hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun. Inilah model kepemimpinan yang selalu didambakan kehadirannya oleh seluruh masyarakat kapan dan dimanapun, termasuk Negara yang kita cintai ini. Mudah-mudahan melalui pemimpin yang demikianlah, Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih baik dan sejahtera.
Tipe-tipe Kepemimpinan :

1. Tipe Otokratik
Semua ilmuan yang berusaha memahami segi kepemimpinan otokratik mengatakan bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif. Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”, antara lain dalam bentuk :
• kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat lain dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan martabat mereka
• pengutmaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengkaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya.
• Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.
Gaya kepemimpinan yang dipergunakan pemimpin yang otokratik antara lain:
• menuntut ketaatan penuh dari para bawahannya
• dalam menegakkan disiplin menunjukkan keakuannya

2. Tipe Paternalistik
Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. Salah satu ciri utama masuarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggiota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan.

3. Tipe Kharismatik
Tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang kriteria kepemimpinan yang kharismatik. Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya seorang pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi.




Ciri-ciri pemimpin berkarakter Sebagai berikut:
1. Jujur terhadap diri sendiri dan orang lain. Jujur dengan kekuatan diri dan kelemahan dan usaha untuk memperbaikinya.
2. Pemimipin harusnya berempati terhadap bawahannya secara tulus.
3. Memiliki rasa ingin tahu dan dapat didekati sehingga orang lain merasa aman dalam menyampaikan umpan balik dan gagasan-gagasan baru secara jujur, lugas dan penuh rasa hormat kepada pemimpinnya.
4. Bersikap transparan dan mampu menghormati pesaing dan belajar dari mereka dalam situasi kepemimpinan ataupun kondisi bisnis pada umumnya.
5. Memiliki kecerdasan, cermat dan tangguh sehingga mampu bekerja secara professional keilmuan dalam jabatannya.
6. Memiliki rasa kehormatan diri dan berdisiplin pribadi, sehingga mampu dan mempunyai rasa tanggungjawab pribadi atas perilaku pribadinya.
7. Memiliki kemampuan berkomunikasi, semangat " team work ", kreatif, percaya diri, inovatif dan mobilitas.
 Pemimpin yang Gagal dan kebiasaannya
 Menjadi pimpinan dalam suatu perusahaan bukanlah suatu perkara yang mudah. Seorang pemimpin harus memegang tugas besar akan tangung jawab kepada semua bawahannya. Banyak pemimpin besar di dunia ini yang bisa bertahan lebih dari 1 abad dalam kepemimpinannya, namun tidak sedikit pula pemimpin yang gagal dalam menjalankan tugas dan perannya sebagai pemimpin. Sidney Finklestein, seorang Profesor Manajemen Steve Roth di Tuck School Of Business di Darthmounth Colleage, Mempublikasikan dalam sebuah artikel '' Why Smart Executives Fail '' di dalam ( publikasi tersebut),beliau membagikan ilmu dari sebagian dari penelitiannya tentang mengapa 50 perusahaan besar seperti Enro, Tyco, Worldcom, Rubbermaid and Schwin menjadi sebuah kegagalan besar. Yang hasilnya menyatakan bahwa didalam perusahaan para senior eksekutif memiliki 7 kebiasaan yang sama. Finkelstein menyebutnya 7 Kebiasan dari pemimpin yang gagal. Salah satunya adalah perusahaan yang terlalu mendominasi.

Perusahaan yang terlalu Mendominasi
Kebiasaan terburuk pertama yang mengakibatkan seorang pemimpin gagal adalah sebuah perusahaan yang mendominasi lingkungan bisnisnya yang mengatur arah pasar bisnis antara para Pemimpin/ Eksekutif dengan perusahaan- perusahan lain. Dalam teorinya sebuah perusahaan memang seharusnya mendominasi perusahaan namun ada hal- hal yang harus diperhatikan, salah satunya dalam membentuk gambaran dan karakter perusahaan. Tidak seperti pemimpin yang --sukses dan berhasil, pemimpin yang gagal kurang peka terhadap kesalahan yang dibuat, dalam arti seluasnya para pemimpin yang gagal kurang memahami letak kesalahan dan tidak berusaha untuk memperbaikinya. Yang terkadang tidak menyadari bahwa mereka sedang diberikan kesempatan untuk memperbaikinya.
Hal kedua kebiasaan buruk yang membuat para pemimpin gagal adalah Mereka (pemimpin) yang sangat berlebihan dalam berfikir tentang kemampuan mereka yang dapat mengontrol keadaaan dan merendahkan peran perubahan keadaan lingkungan dalam kesuksesan mereka. CEO yang termangsa oleh kepercayaan ini, tersiksa dalam ilusi tentang keunggulan pribadi mereka.
Seperti seorang sutradara film, tentu melihat dirinya sebagai pencipta perusahaan mereka. Menurut pendapatnya, semua orang yang ada diperusahaan hanya berperan sebagai eksekutor atau implementor visi mereka terhadap perusahaan. Sebagaimana mereka menyadari, setiap orang dalam perusahaan tersebut berada disana untuk melakukan kepentingan personal bagi perusahaan mereka. Seorang CEO Samsung, Kun Hee Lee, yang sukses dan berhasil dalam bidang elektronik, berfikir bahwa kesuksesan yang diraihnya mampu dia ulangi dalam bidang automobile. Beliau menginvestasikan dana sebesar 5 Billion US Dollar di dalam pasar auto yang sudah tidak berjalan secara baik Mengapa ? Tidak ada alasan bisnis. Lee hanya menyukai mobil dan bermimpi untuk berada di industri ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar