Minggu, 05 Januari 2014

CONTOH IKLAN TIDAK ETIS

iklan di @Majalah_Bobo ini Tidak Etis


Iklan Ertiga 1 Majalah Bobo 16 Tahun XLI 25 Juli 2013





Iklan merupakan salah satu strategi pemasaran yang bermaksud untuk mendekatkan produk yang hendak dijual kepada konsumen. Iklan digunakan untuk menarik perhatian calon konsumen. Konsumen biasanya akan tertarik pada iklan yang atraktif, namun didalam pembuatan iklan promosi hendaknya tetap ditanamkan etika dalam berbisnis.
Iklan advertorial, infotorial/infomersial, edutorial/edumersial, inspitorial/inspimersial, dan sebagainya di media harus secara jelas memuat jenis iklan informatif tersebut, tanpa bermaksud menyembunyikannya.
Mari kita periksa Iklan Ertiga pada majalah Bobo tadi. Lihatlah sebelah kanan atas tertulis “Pengetahuan”. Bila mengacu pada halaman lain, “Pengetahuan” adalah nama sebuah rubrik pada majalah Bobo. Iklan Ertiga ini pun tampil bersebelahan dengan artikel lain dalam rubrik “Pengetahuan”.
Apa artinya? Alih-alih memperjelas identitas informasi sebagai iklan, Majalah Bobo justru menyebutkan iklan tersebut seolah-olah sebagai salah satu artikel di rubrik “Pengetahuan”. Majalah Bobo tidak menunjukkan secara jelas bahwa ini adalah iklan.
Kedua, EPI menyebutkan pada Pasal 1.27.1 bahwa
Iklan yang ditujukan kepada khalayak anak-anak tidak boleh menampilkan hal-hal yang dapat mengganggu atau merusak jasmani dan rohani mereka, memanfaatkan kemudahpercayaan, kekurangpengalaman, atau kepolosan mereka. (Lihat juga Penjelasan)
Mari kita periksa Iklan Ertiga di Majalah Bobo. Kalimat pembuka iklan tersebut adalah sebagai berikut
Main bersama mobil Ertiga ternyata punya banyak keuntungan, lo. Karena kita bisa berkeliling kota dengan Mewah, Aman, Irit, dan Nyaman.  Asyik, ya! (Warna merah sesuai dengan yang ditampilkan pada iklan)
Seorang anak bukanlah pengguna mobil, benda yang diiklankan. Seorang anak pun bukan ahli permobilan yang mengetahui tentang mobil terutama mengenai aspek Mewah, Aman, Irit dan Nyaman. Ketika kalimat tersebut disampaikan maka pengiklan dan/atau Majalah Bobo telah memanfaatkan kemudahpercayaan, kekurangpengalaman, atau kepolosan anak-anak.
Itulah tinjauan dari sudut pandang Etika Pariwara Indonesia. Dua aspek etika yang dilanggar oleh Iklan Ertiga di Majalah Bobo.
Sementara, iklan mobil yang lain, iklan Toyota, yang tampil pada Majalah Bobo edisi yang sama juga melanggar aspek yang pertama, kejelasan sebagai iklan. Bedanya, informasi yang disampaikan bukan mengenai mobil.

sumber : http://kembalikanmajalahbobo.wordpress.com/2013/08/02/mengapa-iklan-di-majalah_bobo-ini-tidak-etis/
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar